EKI FITRIENDI TUNJUNGSARI

a life long learner

Mainboard, server, Safe Mode

diposting oleh eki-tunjungsari-fst10 pada 28 May 2012
di Umum - 1 komentar

Motherboard/Mainboard

Ketika pertama kali computer berjalan, proses untuk membangkitkan motherboard dilakukan. Motherboard/mainboard/system board adalah sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Pada motherboard terdapat program-program yang tersimpan secara rapi. Motherboard tak berfungsi apabila berdiri sendiri, namun setiap computer harus memilikinya agar dapat beroperasi.

Motherboard menyebabkan seluruh komponen computer mendapatkan sumber energy dan dapat berkomunikasi satu sama lain. Motherboard mendeteksi semua hardware yang ada di PC, kemudian mengaktifkan atau mengambil data-data yang diperlukan. Sebelum system dihidupkan, akan dipastikan bahwa semua yang ada di motherboard dapat diakses. Apabila komputer tidak dapat menyala, ada kemungkinan bahwa ada system di motherboard yang bermasalah. Saat ini, kita ‘bermain’ system/blok, bukan lagi main elektronika, artinya, apabila prosesor bermasalah, kita cenderung tidak memodifikasi komponen elektronikanya (karena terlalu rumit).  

Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian/blok yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, RAM, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE.

Sedikitnya ada 7 hal yang harus diperhatikan pada sebuah motherboard. Ketujuh komponen tersebut adalah :

  1. Chipset: sepasang chip yang mengendalikan prosesor dan fitur-fitur hardware yang ada pada mortherboard secara menyeluruh.
  2. Tipe CPU. CPU keluaran Intel Corporation, AMD keluaran Advanced Micro Device, dan Cyrix atau VIA C3 keluaran VIA Technologies Corporation.
  3. Slot dan tipe memori.
  4. Cache memory. Memori berkapasitas terbatas namun berkecepatan tinggi yang ada diantara memori utama dan register pemroses,dan berfungsi agar pemroses tidak langsung mengacu pada memori utama agar kinerja dapat ditingkatkan
  5. Sistem BIOS
  6. Slot ekspansi
  7. Port I/O

Dari sinilah sesungguhnya problem pada sebuah system PC bisa dilacak atau dideteksi. Kerusakan di luar 7 komponen tersebut biasanya jarang terjadi. Kemungkinan yang lain, bila ketujuh komponen ini terlihat beres-beres saja, patut diduga bahwa masalahnya terletak pada arsitektur motherboard itu sendiri, mungkin sirkuit-sirkuitnya atau komponen-komponen yang dipergunakan. 

 

Server vs. PC

Dalam konteks teknologi informasi, server adalah sebuah program yang menyediakan service untuk program komputer lain baik pada komputer itu maupun komputer-komputer lain.  Komputer yang didedikasikan untuk program server juga bisa disebut dengan server.

Server didedikasikan untuk memberikan respon ketika ada request dan harus setiap saat siap untuk memberi respon. Untuk mengantisipasi intruder, server harus memiliki system keamanan khusus, seperti firewall. Server secara default sudah memiliki system keamanan yang kuat, dibandingkan dengan OS pada PC. Performa server tidak boleh turun selama 24 jam, serta ketika diakses oleh banyak orang.

Karena fungsinya yang vital, server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau pencetak, dan memberikan akses kepada stasiun kerja anggota jaringan.

Server seringkali bentuknya tidak praktis ataupun menarik, namun didesain sedemikian rupa agar sirkulasi udaranya tetap baik supaya fungsinya tidak terganggu.

 

Safe mode

Safe mode merupakan fasilitas dari Windows untuk menjalankan windows dengan fitur dan fungsi minimal. Beberapa fitur tidak diaktifkan pada kondisi safe mode, bahkan beberapa softwarepun juga tidak diaktifkan. Safe mode ini biasa digunakan ketika terjadi error atau permasalahan pada windows. Dengan masuk ke safe mode kita bisa melakukan perbaikan terhadap error yang terjadi, termasuk menghapus virus dan error yang lain.

  Safe mode bisa pula dijadikan sebagai langkah-langkah dalam memperbaiki komputer. Ketika komputer tidak bisa booting dalam kondisi normal, maka bisa dilakukan dengan booting pada safe mode. Jika bisa masuk ke safe mode berarti terdapat kerusakan pada system windows, namun jika tidak bisa masuk ke safe mode berarti terdapat kerusakan atau error pada hardware komputer tersebut.

Cara masuk ke safe mode adalah ketika windows sedang booting atau baru saja dinyalakan, tekan tombol F8 pada keyboard, kemudian pada daftar booting yang ada pilih safe mode dengan menggerakkan tombol navigation ke atas kemudian tekan enter.

Sumber:

http://computer.howstuffworks.com/motherboard2.htm

http://www.alltrickcomputer.net/2012/02/cara-masuk-ke-safe-mode-yang-disable.html

http://dedenthea.wordpress.com/2007/07/25/mengenal-lebih-dekat-dengan-motherboard/

1 Komentar

Mastaka Prasetyadi

pada : 26 June 2012


""Apabila komputer tidak dapat menyala, ada kemungkinan bahwa ada system di motherboard yang bermasalah. Saat ini, kita ‘bermain’ system/blok, bukan lagi main elektronika, artinya, apabila prosesor bermasalah, kita cenderung tidak memodifikasi komponen elektronikanya (karena terlalu rumit)"

Maksudnya kalimat 'bermain system/blok' itu gimana ya? apa berarti kalo prosesor rusak mau g mau kita harus pasang prosesor baru karena gak bisa memperbaiki prosesor lama gitu ya?

Thanks"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :